Pembelajaran Penting E5 Sosial

Selama 1 semester ini, banyak pengalaman dan pembelajaran baru yang dapat saya petik dari kelas E5 Sosial. Terutama terkait dengan inspirasi-inspirasi tentang problem sosial yang ada di sekitar kita serta peluang yang ada di balik masalah tersebut. Saya belajar untuk semakin mangasah kepekaan terhadap kondisi sekitar dan berusaha melihat masalah bukan sekedar dari dampak yang tampak di permukaan saja, tapi yang terpenting adalah mengetahui akar masalah tersebut. Ini bukanlah yang mudah. Dibutuhkan latihan dan kepekaan yang terus diasah untuk dapat mengetahuinya.

Selain terkait dengan manfaat pribadi yang saya rasakan, ada juga manfaat yang kami dapat terhadap project kelompok. Awalnya, kami merasa mendapat kejutan saat masuk ke kelas E5 Sosial ini karena apa yang diajarkan dan arah pengajarannya tidak sama dengan bayangan kami. Tetapi, apapun yang terjadi kami harus tetap dapat menyesuaikan diri. Jadi, dengan bimbingan dari para fasilitator kami mendapatkan ide terkait program sosial yang juga dapat menunjang bisnis notes yang sudah kami jalani sejak semester 3. Dari pembelajaran E5 Sosial ini, kami beruntung mendapat ide dan relasi untuk bekerja sama dengan komunitas pelukis Surabaya yang belum pernah kami pikirkan sebelumnya. Jadi, pembelajaran ini mengajarkan kami untuk melihat peluang lain yang dapat kami gunakan untuk pengembangan bisnis yang sedang kami jalankan. Selain pengembangan bisnis, kami juga dapat memperluas impact  melalui bisnis tersebut.

Iklan

Pentingnya Eksplorasi di Bidang Social Entrepreneurship

Ada yang berbeda dengan kelas minggu 14, dimana saya berpikir bahwa kelas E5 Sosial adalah kelas E dengan fasilitator terbanyak, hingga mencapai 6 orang dan menjadi 7 jika ditambah dengan Pak Fredy hehehe… Keren bila dibandingkan dengan kelas E regular lain yang mahasiswanya lebih banyak tapi memiliki fasilitator yang hanya 2-3 orang saja.

Minggu ke 14 E5 Sosial adalah minggu terakhir pertemuan sebelum UAS. Nah, seperti yang saya ceritakan di atas, fasilitator kami bertambah hingga menjadi 6 orang pada minggu ke 14 ini. Ceritanya, pada pertemuan ini, kelas kami kedatangan 3 orang tamu yang berasal dari Pesantren Tebu Ireng Jombang, seorang social entrepreneur di bidang satwa, serta seorang dokter cantik dari Grup Ciputra. Mereka sharing tentang pengalaman-pengalaman mereka di bidang sosial entrepreneurship tentunya.

Cerita yang cukup unik datang dari seorang bapak yang saya lupa namanya. Beliau terlibat sebagai social entrepreneurship di bidang satwa. Inilah yang unik. Selama ini, saya tahu bahwa kebanyakan program-program sosial melibatkan masalah-masalah sosial yang terjadi di sekitar kita. Dan biasanya yang menjadi sasaran adalah manusia. Tetapi dari pengalaman beliau ini, saya menyadari bahwa ternyata satwa juga bisa menjadi sasaran dari program sosial ini. Karena mau tidak mau, lingkungan kehidupan sosial, yang melibatkan manusia, juga bersinggungan dengan habitat dari satwa-satwa ini. Jadi, nantinya pasti juga akan memiliki kaitan erat dengan kondisi kehidupan manusia yang tinggal di sekitar habitat satwa tersebut. Logikanya, secara tidak langsung, para penyusun dan pelaku program ini telah memberikan impact, baik kepada satwa maupun masyarakat yang tinggal di sekitar daerha tersebut.

Pengetahuan ini membuat saya menyadari bahwa ternyata banyak dan luas sekali peluang-peluang dalam melakoni dunia social entrepreneurship ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan eksplorasi lebih untuk dapat melihat peluang-peluang ini.

explore quote

 

Pentingnya AnSos

ANSOS, akronim yang saat ini sering dipakai banyak orang, baik dari ilmu sosial maupun psikologi. Dulu, saya hanya tahu bahwa ANSOS adalah singkatan dari anti sosial, artinya seseorang yang sulit bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial kehidupannya. Tetapi, Sosial Entrepreneurship mengenal ANSOS dengan kepanjangan yang berbeda, yaitu analisa sosial.

Analisa sosial merupakan hal wajib yang harus dilakukan sebelum kita menyusun program atau melakukan sebuah kegiatan yang melibatkan komunitas atau kelompok masyarakat tertentu. Mengapa? Kita harus mempelajari gejala, kebutuhan, maupun lingkungan sosial dari masyarakat yang akan dibidik. Melalui ANSOS ini kita dapat mempelajari akar/ penyebab – terjadinya masalah pada masyarakat – dampak/ akibat yang dimunculkan berdasarkan Problem Tree Analysis.

Jadi, analisa sosial merupakan langkah awal yang sangat penting demi suksesnya program atau kegiatan yang akan kita realisasikan. Tujuannya agar program yang sudah dirancang dapat berjalan secara efektif dan dapat benar-benar memberi manfaat kepada kedua belah pihak.

Saat mendengar penjelasan materi ini, saya menyadari bahwa secara tidak sengaja, saya pun sudah melakukan proses ini dalam perancangan projek E5 Sosial. Selain itu, saya juga merasakan bahwa melakukan analisa sosial adalah langkah awal yang sangat penting.

 

Keluarga, Obat Stres Paling Ampuh

Hari Jumat lalu, agak mendadak saya putuskan untuk pulang ke Malang. Tujuan utama yang membuat saya harus pulang adalah karena ada tugas kuesioner mata kuliah psikologi yang harus saya sebar kepada teman-teman adik saya yang masih duduk di kelas 1 SMP. Tujuan lain adalah refreshing dengan melupakan sejenak tugas-tugas yang semakin menumpuk, serta bertemu dengan keluarga.

Ya, pulang ke rumah dan bertemu dengan keluarga, itulah yang biasa saya lakukan ketika benar-benar penat dengan rutinitas kuliah dan setumpuk tugas yang terus datang. Entah mengapa, dalam pikiran saya, pulang ke rumah artinya santai, istirahat, dan berhenti sejenak memikirkan tugas. Hal penting lain yang selalu saya tunggu-tunggu adalah bertemu dan berkumpul dengan keluarga.

Sejak lahir hingga SMA saya tidak pernah jauh dari orang tua dan adik-adik. Itu membuat saya merasa biasa saja berada di tengah-tengah mereka. Tapi, saat kuliah ini, saya mendapat pelajaran sekaligus pengalaman yang berharga. Saya menyadari pentingnya waktu dan kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga. Saat ini, kesempatan untuk bertemu dengan keluarga, terutama kedua orangtua saya adalah saat yang sangat saya nantikan. Memiliki quality time bersama mereka menjadi salah satu kebutuhan paling penting saat ini. Bahkan  ketika saya sudah sangat capek, bosan, sumpek dengan kuliah dan tugas, bertemu mereka walau sebentar saja bisa membuat saya bersemangat kembali. Jika diibaratkan seperti handphone, keluarga adalah charger yang dapat membuat energi menjadi penuh. Ini membuat saya bersemangat dan siap kembali pada rutinitas kuliah dengan segala keruwetannya.  

Week 12: Kembalinya Semangat Kami!!!

Pada week ke 12 ini , setiap kelompok diminta untuk mengungkapkan aspirasi, tanggapan, usulan mengenai proses pembelajaran E5 Sosial yang sudah berlangsung selama ini. Dari sini, akhirnya muncullah kesepakatan antara fasilitator dan para mahasiswa mengenai metode pembelajaran yang dirasa efektif untuk diterapkan di kelas E5 Sosial, yaitu metode konsultasi.

Mungkin, metode ini biasa diterapkan di kelas-kelas E5 Regular. Namun, di kelas E5 Sosial biasanya fasilitator meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan progress mereka dan kemudian akan diberikan feedback oleh para fasilitator. Menggunakan metode presentasi langsung di depan kelas ini bagi saya membuat semakin gugup untuk maju ke depan dan berbicara di depan kelas. Kemudian, ada teman-teman lain yang mengusulkan lebih baik menggunakan metode konsultasi setiap kelompok. Saya merasa ini lebih baik karena kami bisa berbicara dengan lebih santai. Selain itu, menurut saya metode ini juga dapat mempererat hubungan antara mahasiswa dengan para fasilitator. Dari sisi lain, para fasilitator juga dapat lebih memahami progress maupun hambatan yang dialami oleh setiap kelompok.

Selain merasa lega dengan adanya metode konsultasi ini, ada kabar gembira terkait dengan project kelompok kami, Green etc. Setelah selama ini dibuat galau dan bingung, bahkan mungkin hampir kehilangan semangat untuk menjalani project E5 Sosial ini, akhirnya kemarin kami mendapat persetujuan dari para fasilitator untuk tetap melanjutkan produk notes dan agenda Green etc. dengan catatan tetap menggandeng komunitas dalam pembuatan produk tersebut. Kami merasa sangat lega karena selama ini kami sangat bingung dengan apa yang kami kerjakan di E5 Sosial. Keputusan ini membuat kami kembali bersemangat mengerjakan project ini dan sekaligus menjawab kerinduan para peminat produk Green etc. yang sudah cukup lama menanti-nantikan produk terbaru kami.

\(^_^)/ Fighting Green etc.

 

Kelas E5 Sosial Minggu11: The Day Between Anxious and Relieved

Tak terasa, kelas E5 Sosial sudah memasuki minggu ke-11. Agenda minggu ini adalah presentasi setiap kelompok mengenai progress dari project program sosial yang akan dijalankan. Agenda ini sudah diumumkan oleh fasilitator melalui edmodo. Karena pengumuman ini pula, jantung sudah terasa deg-deg an mulai pertama masuk kelas. Saya dan kelompok sudah merasa takut-takut karena persiapan yang kami lakukan masih sangat sedikit, mungkin sekitar 10% saja.

Untungnya, hari itu fasilitator kami meminta presentasi dimulai dari kelompok yang duduk paling belakang. Jadi, kami mendapatkan giliran paling terakhir karena duduk paling depan. Setidaknya, kami masih bisa melihat presentasi dan persiapan yang telah dilakukan oleh kelompok lain. Saat mendengar presentasi kelompok lain, kami malah sempat merasa semakin takut karena ada beberapa kelompok awal yang dicecar banyak pertanyaan dan pernyataan oleh fasilitator kami. Jadi hal ini semakin menambah rasa khawatir dalam hati kami.

Di balik rasa khawatir dan deg-deg an yang terus kami rasakan tersebut, terselip juga kelegaan dalam hati kami. Ternyata, progress yang dilakukan oleh teman-teman juga tidak terlalu jauh dengan apa yang sudah kami lakukan. Jadi, ini membuat kami merasa sangat lega dan bersyukur. Setidaknya, kami masih memiliki teman-teman yang senasib dengan kelompok kami. Jadi, hari itu tidak sepenuhnya terasa begitu “mencekam” hehehe..

Ketika tiba giliran kami untuk maju presentasi, waktu sudah menunjukkan pukul 11.50 yang artinya sebenarnya sudah waktunya kelas berakhir. Alhasil, kami melakukan presentasi secara maraton dengan nada bicara yang agak terburu-buru. Tapi, pengalaman ini cukup seru. Mungkin juga presentasi yang terburu-buru ini memberikan berkat pada kami karena fasilitator tidak sempat memberikan banyak pertanyaan. Sirna sudah rasa khawatir yang kami rasakan sejak awal kelas. Semuanya digantikan dengan rasa senang dan puas karena kami telah melakukan presentasi dengan baik dan semuanya berjalan lancar.

Birthday Surprise

surprise ultah

Salah satu pengalaman paling menggembirakan sekaligus mengharukan adalah ketika dapat surprise ulang tahun dari orang-orang terdekat. Ulang tahunku yang jatuh tanggal 24 Desember bisa dibilang punya 2 sisi mata uang. Bagusnya adalah tiap kali ulang tahun pasti libur, artinya bisa seneng dan bebas mau ngerayain bareng sama keluarga. Selain itu, 24 Desember juga merupakan malam natal, jadi berasa semacam semua orang yang merayakan natal juga memperingati hari kelahiranku hahaha..

Tapi, di sisi lain, pas masa SMP dan SMA, terselip rasa kecewa juga. Pas hari itu, temen-temen cuma pada kasih ucapan lewat telepon atau message aja karena ada diantara mereka yang lagi liburan, lagi sibuk dengan peringatan natalnya, dan bla..bla..bla.. Bahkan, pas waktu SD mama harus menunda perayaan ultahku bareng temen-temen ke tanggal yang udah free dari peringatan hari besar dan kalau gak salah malah setelah libur sekolah selesai. Jadi, merasa agak kecewa ngga bisa ngerayain hari ultah bareng temen-temen pas di tanggal 24 Desember. Lain lagi pas masa SMP dan SMA. Pada masa puber ini, namanya anak remaja pasti seneng bikin surprise buat temen-temen mereka yang lagi ultah. Karena ultah pas hari libur dan hari besar, aku jadi jarang dapet yang namanya surprise pas ultah hahaha..

Tapi, dari pengalaman ini, aq jadi dapet pelajaran untuk lebih bersyukur. Aku jadi bener-bener ngerasa bersyukur dan seneng banget dengan tahu bahwa orang-orang masih inget sama ultahku dan mereka masih kasih ucapan ultah ke aku. Selain itu, dengan ultah di hari libur, aku bisa lebih memiliki quality time bareng keluarga pas peringatan hari kelahiran ini.

Setelah selama masa SMP sampai awal SMA aku belajar mensyukuri segala yang aku punya, akhirnya sejak akhir SMA sampai sekarang, datang juga yang namanya surprise ultah hahaha.. Rasanya seneng, kaget, takjub, girang, pokoknya gembira banget lah . Lebih kagetnya lagi, surprise ini  datang selalu ngga pas dengan hari ultahku, 24 Desember. Jadi pasti kaget banget pas dapet surprise-nya karena bener-bener ngga nyangka hahaha..

Dari pengalaman ini, aku belajar bahwa ketika kita memperingati hari pertambahan usia kita, bukan seberapa banyak ucapan, surprise, atau bahkan banyaknya kado yang kita dapat yang harus kita prioritaskan. Tapi, kita harus senantiasa bersyukur untuk segala berkat Tuhan yang sudah kita terima sepanjang hidup ini dan bersyukur atas satu lagi pertambahan usia yang boleh kita nikmati. 🙂