Buat HAPPY Butuh Usaha?!

 

smile1

 

Kira-kira apa ya yang orang pikirkan ketika membaca judul tersebut? Pasti banyak versi dan pendapat yang mereka lontarkan. Saya mendapat ide untuk menulis ini karena saya baru saja mendapat pengalaman yang bisa dibilang baru bagi saya. Penasaran? Baca sampai akhir ya.. Enjoy reading 🙂

Selama ini, banyak orang yang mengatakan “bahagia itu simple ya..”. Kalimat ini sering saya dengar dan tidak sulit memahami ini. Saya juga sering mendapat pengalaman seperti ini. Kalimat ini ingin menyatakan bahwa kita tidak perlu melakukan sesuatu yang luar biasa untuk bisa mendapatkan kebahagiaan. Ada lagi yang mengatakan bahwa “senyum membawa bahagia”. Ini juga bisa saya mengerti dengan mudah. Tersenyumlah maka kita akan bahagia, bukan bahagia baru kita tersenyum.

Tapi, baru-baru ini saya menyadari bahwa ada hal baru, asing, lain dari yang selama ini saya sadari, yaitu “buat HAPPY butuh usaha?!”. Ini terjadi ketika saya harus melakukan usaha ekstra untuk menyeret, menarik, memaksa diri saya untuk bisa tulus dan suka cita melakukan sesuatu yang sejak awal saya lakukan karena terpaksa dan “dipaksa”. Saya merasa bahwa perasaan semacam ini begitu sulit untuk ditimbulkan.

Sejak awal saya merasa sangat terpaksa melakukan sesuatu bahkan sampai membuat saya ingin marah-marah. Bayangkan saja ketika kamu “dipaksa” oleh teman untuk melakukan sesuatu yang bisa dibilang “menguntungkan dirinya” dengan cara yang dalam pemikiranmu tidak seharusnya dilakukan. Mengingat karena adanya hukum teman dan juga rasa sungkan, akhirnya saya setuju untuk melakukan hal yang dimintanya tersebut. Perasaan ingin marah-marah, tidak tulus, terpaksa ini kemudian menimbulkan kesulitan-kesulitan baru yang mengikutinya. Entah hukum alam atau kekuatan apa yang membuat menjadi seperti itu. Hal ini semakin membuat saya merasa putus asa. Saya berpikir bahwa mau tidak mau saya harus mendinginkan hati dan pikiran agar semua dapat kembali netral dan dalam kondisi baik. Sulit sekali mewujudkan semua ini. Saya harus berdoa, mengelus dada berulang kali, tarik nafas panjang, hingga mengatakan kalimat-kalimat positif untuk meyakinkan diri saya bahwa saya bisa mengalahkan perasaan dan pikiran negatif dalam diri saya.

Setelah melalui perjuangan yang melelahkan tersebut, setelah merasa capek hati dan pikiran, akhirnya saya bisa mengalahkan diri saya sendiri dan mulai memunculkan pikiran-pikiran positif yang kemudian membuat saya lebih tenang. Setelah perjuangan panjang tersebut, saya benar-benar merasa lega, senang, dan gembira melakukan sesuatu yang awalnya membuat saya dongkol.

Jadi, pelajaran yang bisa saya dapat adalah pertama, kita harus bisa menjaga hati dan pikiran untuk selalu positif, maka hal-hal positif juga akan datang mengikutinya. Kedua, lawan terberat dari diri kita adalah mengalahkan diri kita sendiri. Cobalah, maka kamu akan tahu betapa lega dan senangnya setelah berhasil melakukannya. Dan yang terakhir, dari semua pengalaman yang kita punya, betapa baik atau betapa buruknya hal tersebut, selalu tersimpan pelajaran positif yang dapat kita ambil sebagai bekal untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi mereka yang sedang dongkol atau berpikir negatif akan apa yang terjadi 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s