Understanding Your Customer by Learning About Human Motivation

Entrepreneurship bukanlah satu hal yang berdiri sendiri. Ini tentu didukung oleh berbagai hal lain dari beragam cabang ilmu, misalnya bisnis, manajemen, psikologi, dsb. Berentrepreneur bukan hanya berbicara tentang bagaimana membangun sebuah usaha. Usaha atau produk yang dihasilkan juga harus dapat diterima oleh masyarakat. Dengan begitu, apa yang kita bangun dapat terus bertahan dan berkelanjutan.

Nah, berkaitan dengan hal itu, seorang entrepreneur juga harus memiliki kemampuan untuk memahami konsumennya. Pada kapita selekta Entrepreneurship Rabu lalu (28/08) saya belajar ilmu psikologi tentang memahami motivasi manusia. Tema ini sangat menarik bagi saya karena ilmu ini tentu sangat penting dalam penjualan produk maupun dalam penerapan social entrepreneur yang sedang saya ikuti saat ini.

Dalam kelas yang dipandu oleh Ibu Livia Yuliawati ini, kami belajar memahami motivasi manusia melalui kajian teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Teori yang sudah banyak diterapkan dalam bidang ekonomi dan psikologi ini melihat 8 tingkatan kebutuhan manusia, mulai dari kebutuhan dasar makan, minum, dan sex hingga aktualisasi diri.

Maslow's Hierarchy of NeedsPenerapannya teori ini dalam dunia bisnis adalah kita harus tahu produk atau usaha kita menjawab kebutuhan yang mana. Sehingga, kita dapat mengetahui konsumen mana yang membutuhkannya termasuk juga cara kita dalam mempromosikan produk atau usaha tersebut. Contohnya, produk Green etc yang berupa agenda dan notes yang memiliki nilai budaya dan desain yang unik. Produk ini masuk dalam kebutuhan akan aesthetic. 

Dengan mengetahui produk kita merupakan pemenuhan kebutuhan di tingkat yang mana, maka kita dapat menerapkan strategi promosi dan penjualan yang sesuai untuk segmen yang membutuhkan produk tersebut. Jangan khawatir karena ini dapat diterapkan pada apapun bidang bisnis yang sedang dijalankan.

Dari pembelajaran ini, kita dapat menyimpulkan bahwa belajar entrepreneurship bukan hanya perlu belajar tentang bisnis saja. Jangan pernah membatasi diri dari cabang-cabang ilmu yang lain karena bukan tidak mungkin suatu saat ilmu itu dapat memberikan sumbangsih yang besar pada usaha yang sedang dijalankan.

Semoga bermanfaat dan salam entrepreneur 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s