Problem Sosial Sebagai Sarana Belajar

Kita hidup sebagai individu dan merupakan anggota dari sekumpulan manusia yang saling membutuhkan dan berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, manusia disebut sebagai makhluk sosial. Kehidupan sosial yang kita jalani tidak pernah terlepas dari yang namanya masalah sosial. Untuk dapat menyikapi dan menemukan solusi dari permasalahan tersebut kita dapat menggunakan tree problem analysis. Melalui tree problem analysis inilah kita dapat memetakan sebab-sebab dari masalah yang terjadi, dampak dari masalah tersebut, dan juga memikirkan alternatif solusi dari masalah tersebut.
tree

Untuk dapat lebih memahami penggunaan tree problem analysis ini, kami menonton film dokumenter yang bertemakan “Pertaruhan”. Ada 4 film yang kami tonton, dimana keempat film tersebut memotret masalah-masalah sosial yang ada di sekitar kita. Salah satu film yang sangat membuat saya tersentuh berjudul “Ragat’e Anak”. Film ini menceritakan tentang pertaruhan hidup ibu-ibu PSK di kota Tulungangung demi memenuhi kebutuhan anak-anak mereka. Hal yang membuat sangat miris adalah ada seorang ibu dari 2 orang anak yang bekerja sebagai PSK pada malam hari di sebuah kompleks makam dengan upah hanya Rp 10.000,- saja untuk setiap tamu yang dilayani. Selain bekerja sebagai PSK, pada siang hari ia masih harus bekerja sebagai pemecah batu dengan upah yang sangat minim, bahkan upah itu tidak sebanding dengan cucuran keringan yang harus ia keluarkan.

Bayangkan, betapa kuat seorang perempuan menjalani hidup yang amat keras dan melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh kaum laki-laki. Itu semua dilakukan demi mencukupi kebutuhan anak-anak. Satu harapan besar mereka yang sangat membuat saya tersentuh adalah ia melakukan ini semua karena ia tidak ingin kelak anaknya merasakan penderitaan yang ia rasakan saat ini. Itulah yang selalu menjadi semangatnya untuk dapat terus berjuang dan tidak putus asa meski mungkin banyak orang yang memandang sebelah mata terhadap perjuangan hidupnya.

Pembelajaran ini, membuat pandangan saya lebih terbuka dan memberi saya kesempatan untuk dapat mengetahui bahwa di balik kenyamanan yang saya rasakan selama ini, masih banyak orang-orang lain yang berjuang melakuan apapun demi sesuap nasi. Selain itu, saya juga menyadari bahwa perempuan adalah makhluk yang sangat kuat, yang rela berjuang dan tak putus-putusnya mencurahkan kasih sayang pada anak-anaknya. Ini membuat saya sangat bersyukur mendapat kesempatan menikmati kehidupan layak, belajar hingga bangku kuliah, dan menjadi cambuk bagi saya untuk dapat terus berjuang. SAYA PASTI BISA!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s