My First Day in Social Entrepreneur Class

Social Entrepreneur, mungkin saat ini istilah ini sudah mulai banyak dikenal. Kuliah di Universitas Ciputra memberikan benefit yang sangat besar bagi setiap mahasiswanya. Karena apapun jurusan yang diambil, setiap mahasiswa akan tetap menempuh mata kuliah Entrepreneurship. Nah, salah satu keunggulan lain yang dimiliki mata kuliah Entrepreneurship di Universitas Ciputra adalah mahasiswa diberi 2 pilihan, yaitu Business Entrepreneurship atau Social Entrepreneurship. Mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih diantara kedua pilihan tersebut sesuai dengan minat yang dimiliki.

Pada Entrepreneurship 4 ini, saya memilih untuk masuk dalam Social Entrepreneur Class. Sejak SMA saya tertarik dengan sesuatu yang berbau sosial dan memiliki cita-cita bahwa nantinya, saya tidak hanya berusaha demi kebaikan dan keuntungan diri saya sendiri tapi dari hasil yang saya dapat tersebut, orang lain juga dapat merasakan manfaatnya. Dengan kata lain, saya dapat berbagi dengan orang lain yang membutuhkan dengan cara yang tepat.

Hari pertama memasuki kelas E-Sosial, Bu Ianinta dan Pak Nur selaku fasilitator kelas, berbagi tentang pengalaman mereka di dunia Social Entrepreneur. Ternyata, banyak yang dapat kita lakukan dalam dunia Social Entrepreneur. Seorang yang bergerak dalam dunia Social Entrepreneur bukan semata-mata hanya memberikan sesuatu yang sifatnya amal atau charitysaja. Tetapi, seorang Social Entreprenur harus mampu memperoleh keuntungan dalam melakoni usahanya atau dengan kata lain mampu berdiri di atas kakinya sendiri dan kemudian dari hasil yang diperoleh tersebut, ia melakukan kontribusinya bagi lingkungan.

Pada hari pertama ini, saya diajak untuk mengetahui, mulai mengenali sesuatu yang harus dimiliki dan dirasakan oleh seorang Social Entrepreneur. Saya diajak untuk melihat beberapa gambar dan mengenali perasaan saat melihat gambar-gambar yang menunjukkan kondisi mengenaskan seorang TKW, ketidakadilan pada diri seorang anak kecil saat melihat rumah kokohnya diambrukkan, kesedihan seorang anak kecil yang terpuruk dalam kemiskinan saat harus memakan makanan sisa, dll. Saya merasakan bahwa hanya dengan melihat kondisi yang ada dalam gambar tersebut, timbul beragam perasaan, misalnya marah atas ketidakadilan, sedih, rasa heran dan bertanya-tanya atas adanya kondisi tersebut, dll.

Dari mengikuti pertemuan pertama ini, saya belajar untuk ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Inilah yang disebut dengan empati. Dan empati ini harus dimiliki oleh seorang Social Entrepreneur.

Sampai ketemu di pertemuan selanjutnya yaa..Salam Entrepreneur:)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s