Superior vs Inferior

Langkah pertama, mari kita cari tahu tentang apa itu superior dan apa itu inferior..

Superior…adalah sebuah perjuangan menuju kesempurnaan diri

Inferior…adalah sebuah perasaan tidak lengkap dan tidak sempurna

Setiap orang sepanjang hidupnya pasti akan memiliki kedua hal ini.. Bagaimana bisa begitu?

Supaya lebih jelas, saya akan berbagi sedikit tentang pengalaman saya..

Dulu saya adalah orang yang sangat sulit bergaul dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Ditambah lagi saya merasa tidak percaya diri dan sulit menerima kekurangan diri sendiri. Pernah dengar istilah “kesepian di tengah keramaian”? Perasaan itulah yang sangat sering saya rasakan.

Hal-hal itulah yang membuat saya jadi sulit bersosialisasi. Perasaan-perasaan itulah yang disebut dengan inferioritas.

Pada akhir masa SMA saya baru sadar bahwa saya tidak bisa jadi seperti ini terus. Saya harus berubah karena hidup ini hanya sekali dan harus dinikmati sebaik mungkin. Pada saat itulah saya punya keinginan besar untuk berubah menjadi lebih baik. Keinginan inilah yang disebut dengan superior.

Saya yakin bahwa setiap orang pasti merasa memiliki kekurangan tertentu yang ingin diubah atau dihilangkan. Tapi rasa inferior tidak boleh terus dinikmati. Justru, rasa “tidak sempurna” itulah yang menjadi cambuk dan motifasi bagi diri kita untuk dapat menjadi superior dan menjadi sarana untuk dapat mencapai kualitas diri yang semakin baik.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s