Surabaya Heritage in Batik

Tanggal 2 Oktober merupakan peringatan Hari Batik Nasional, dimana pada hari itu, UNESCO, salah satu organisasi di bawah PBB mengakui batik sebagai salah satu warisan budaya dunia. Tentunya pengakuan ini merupakan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia di tengah maraknya perebutan kepemilikan batik antara Indonesia dan Malaysia.
Bersamaan dengan peringatan Hari Batik Nasional itulah, Surabaya Heritage Society mengadakan acara Surabaya Heritage in Batik. Acara ini terselenggara berkat kerjasama dari Gemati, Graha Wismilak dan Sjarikat Poesaka Soerabaia.
Meski dengan persiapan yang singkat, hanya sekitar 2 minggu, acara ini telah terselenggara dengan sangat baik. Dalam acara yang diadakan di Graha Wismilak tersebut, hadir para pecinta batik sebagai pembicara, antara lain Bapak Lintu dari KIBAS yang memiliki banyak sekali wawasan tentang batik dari seluruh daerah di Indonesia. Beliau juga berbagi tentang bagaimana cara merawat batik yang baik. Ada pula Bapak Andi yang merupakan pengrajin batik dari Sidoarjo. Mereka adalah tokoh-tokoh yang giat melestarikan batik Indonesia. Hadir pula Ibu Dian dan Mr. Kurt yang merupakan kolektor batik terbesar di Surabaya. Mereka datang untuk berbagi tentang batik-batik koleksi mereka. Ada sekitar 2000 batik yang menjadi koleksi mereka, antara lain ada batik dari Sampang dan Pekalongan. Mereka juga memiliki koleksi batik yang biasa disebut Sarung encim/ pecinan. Sarung encim/ pecinan ini biasa dipakai oleh orang Cina dan Jepang. Ada perbedaan antara Sarung yang biasa dipakai orang Cina dan Jepang. Perbedaannya terletak pada warna pada sarung tersebut. Sarung yang biasa dipakai orang Cina warnanya lebih beragam dibandingkan dengan yang biasa digunakan orang Jepang.
Selain tamu-tamu dari dalam negeri, turut hadir pula undangan dari berbagai negara. Diundangnya para tamu dari negara-negara lain ini dikarenakan batik telah diakui menjadi warisan budaya dunia. Jadi, jika acara semacam ini tidak mengundang tamu dari negara-negara lain rasanya masih ada yang kurang. Tamu-tamu dari negara-negara lain yang turut hadir antara lain dari Rumania, Slovakia, Jerman, bahkan Konsultan Jenderal Amerika di Surabaya, Kristen F Bauer juga menyempatkan diri untuk hadir.
Para pakar yang hadir dalam acara ini menuturkan bahwa meskipun batik sama-sama dari Indonesia, tapi jika berasal dari daerah yang berbeda, akan berbeda pula motif dan warnanya. Setiap daerah memiliki motif dan warna dengan ciri khas masing-masing. Oleh karena batik Indonesia sangat kaya dan harus terus dilestarikan, acara semacam ini harus terus digalakkan karena dapat memperkaya wawasan para generasi muda Indonesia tentang batik. Bagaimanapun juga para generasi muda Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar dalam pelestarian batik Indonesia.

Iklan

2 pemikiran pada “Surabaya Heritage in Batik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s